-->
  • Jangan Lihat Merek Dagang Tapi Lihat Bahan Aktif

     Jangan Lihat Merek Dagang Tapi Lihat Bahan Aktif

    Pestisida

    Mendengar kata pestisida sudah tidak asing lagi bagi petani, kenapa karena dunia pertanian saat ini sudah sangat kergantungan dengan pestisida. Pestisida sendiri terdiri dari beberapa jenis ada insektisida untuk sasaran insek, ada fungisida untuk jamur atau fungi, terus bakterisida untuk pengendalian bakteri, maluskasida untuk pengendalian siput atau keong dan masih banyak lagi. namun hanya beberapa jenis pestisida ini yang sering di kanal sama petani. sebenarnya pestisida ini juga dibagi atas beberapa jenis berdasarkan bahan pembuatannya ada pestisida organik yang terbuat dari bahan alami seperti hewan, tumbuhan atau batuan alam. selain yang organik ada juga yang kimia tentu terbuat dari bahan kimia. 
    petani biasanya lebih banyak yang menggunakan bahan kimia karena cenderung dibilang lebih ampuh dan lebih manjur dalam mengendalikan organisme penganggun tanaman. Namun pestisida kimia ini memiliki banyak sekali kekurangan terutama dalam kerusakan lingkungan. Bukan itu saja pengunaan pestisida kimia yang berlebihan juga bisa membuat organisme penggangu tanaman ini menjadi kebal terhadap pestisida tersebut. 
    Misal contoh petani hanya menggunakan pestisida untuk insektisida pengendalian kutu-kutuan merek agrimec terus-terusan tanpa henti, lama-lama pestisida tersebut sudah tidak ampuh lagi karena kutu dilahan tersebut sudah kebal. Ketika sudah tidak mampu untuk membutuh hama tersebut petani akan menyalahkan pestisida tersebut menjadi jelek atau di rubah perusahaan dengan menurunkan kualitas. padahal prilaku petani tersebut lah yang membuat obat tersebut tidak lagi mampu membunuh karena sudah resisten atau kebal. 

    Mecegah Agar Tidak Hama Tidak Resisten atau Kebal

    Agar pestisida tersebut terus bisa digunakan dan mencegah terjadi resisten pada hama sebaiknya pestisida yang digunakan harus dilakuan perolingan pestisida. kebiasan petani melakukan perolingan adalah dengan hanya mengganti merek dagang padahal setelah dilihat bahan aktif dan golongan pestisida tersebut sama hanya beda di merek dagang. ini saya kasih contoh merek dagang dengan bahan aktif sama yaitu amemektin benzoat:
    1. Emacel 30 EC/5 SG :biasnya dalam bentuk cairan pekatan emulsi untuk yang EC dan SG Butiran.
    2. Proclaim 5 SG: Produk dari perusahan ternama sygenta yang berupa butiran.
    3. Emasil 30 EC : Produk berupa cairan pekatan emulsi
    4. siklon 5,7 WG: Bentuk butiran berupa tepung
    5. MEURTIEUR 30 EC : Berupa cairan pekatan
    semua jenis pertisida ini sama bahan aktifnya sehingga jika petani hanya meroling pestisida dengan berbeda merek tentuk akan percuma saja. perolingan pestisida yang paling baik adalah dengan melihat dari golongan pestisida tersebut. karena golongan adalah cara kerja dari pestisida tersebut misal untuk golongan 1 adalah Menghambat AChE (acetylcholinesterase), menyebabkan hyperexcitation. AChE adalah enzim yang mengakhiri aksi rangsang neurotransmiter asetilkolin pada sinapsis saraf. kemudian penyemprotan berikutnya dengan golongan 2 dengan cara kerja Memblokir saluran klorida aktivasi GABA menyebabkan hyperexcitation dan kejang-kejang. GABA adalah neurotransmiter inhibisi utama pada serangga.
    nah sekarang sudah mengenti jadi jangan melakukan perolingan pestisida dengan merek yang berbeda tapi bahan aktif tetap sama, sebaiknya perolingan dengan golongan yang berbeda. Penting juga jika serangan hama masih kecil sebainya menggunakan musuh alami atau pengendalian dengan mekanis agar predator yang lain masih tetap hidup.


  • You might also like

    No comments:

    Post a Comment

Pengikut

Powered by Blogger.