-->
  • Cara Membuat Pupuk Organik Jerami Padi

     


    Tanaman Padi adalah merupakan salah satu komoditas andalan nasional yang mempunyai peran penting dalam perekonomian di Indonesia. Pada umumnya pada saat panen padi yang di ambil hanya buah atau bijinya saja sedangan sisanya berupa Jerami padi hanya di bakar atau dibiarkan begitu saja. Padahal jaremi padi bisa digunakan sebagai pakan ternak atau sebagai pupuk organik untuk menggantikan pupuk kimia.

    Nah bagaimana cara membuat pupuk organik dari bahan jemari padi berikut ini caranya. Sebelum ke cara memmbuatnya sebaiknya. Peralatan dan bahan yang perlu di persiapkan dalam pengomposan adalah: 1) Sabiit/parang, 2). Cetakan yang dibuat dari bambu. Cetakan ini dibuat seperti pagar yang terdiri dari 4 bagian. Dua bagian berukuran 2x1 m dan 2 bagian yang lain berukuran 1x1 m, 3). Ember atau bak untuk tempat air, 4). Air yang cukup untuk membasahi jerami, 5). Aktivator pengomposan ( Promi), 6). Tali, 7). Plastik penutup. Plastik ini bisa dibuat plastic mulsa atau terpal yang berwarna hitam.

    Selanjutnya tahapan dalam pembuatan kompos jerami antara lain: 1). Siapkan bak dan air, masukkan air kedalam bak atau wadah penampungan air, kemudian larutkan bahan activator promi dengan dosis 1 bungkus per 200 liter air untuk 1 ton jerami atau sesuai dengan volume bahan yang disiapkan, 2). Siapkan cetakan dari bambu. Pasang cetakan tersebut. Sesuaikan ukuran cetakan dengan jerami dan seresah yang tersedia. Apabila jerami cukup banyak cetakan dapat berukuran 2x1x1m namun bila jerami sedikit cetakan bisa dibuat lebih kecil dari ukuran tersebut, 3). Limbah jerami tersebut dimasukkan kedalam cetakan dan dapat ditambah dengan kotoran ternak atau limbah lainnya. Limbah ditumpuk setinggi 15-20 cm kemudian siramkan activator yang telah disiapkan merata dipermukaan jerami, selanjutnya diinjak-injak hingga padat. Ulangi langkah-langkah tersebut hingga penuh atau seluruh jerami/seresah telah dimasukkan kedalam cetakan. Setelah cetakan penuh, buka tali pengikatnya dan lepaskan cetakan, 4). Tutup tumpukan jerami tersebut dengan plastic atau terpal yang telah disiapkan. Ikat dengan plastik agar tidak mudah lepas, kalau perlu bagian atas jerami diberi batu atau pemberat agar plastic tidak terbuka karena angin. Lakukan pengamatan suhu, penyusutan volume dan perubahan warna tumpukan jerami. Fermentasi/inkubasi tumpukan jerami tersebut hingga kurang lebih 1 bulan.

  • You might also like

    No comments:

    Post a Comment

Pengikut

Powered by Blogger.