-->
  • Penyebab padi setelah di pupuk tapi malah ambes kena sundep

     Penyebab Padi Setelah di Pupuk tapi Malah Mati Seperti Kena Sundep



    Penanaman

    Saat ini permintah mencanangkan penanaman padi untuk terus menerus untuk yang tadinya IP100 dilakukan IP200 dan untuk yang sudah IP200 dilakukan IP300. Hal ini bagus karena pemerintah mencabai target swasembada pangan, akan tetapi jika alat dan perlakukan tanah yang tidak baik akan menyebabkan kerusakan pada stuktur tanam dan unsur hara pada tanah. perlakuan tanah yang baik bisa kegiatan ini bisa bertahan dengan lama. masalah yang terjadi jika tidak ada perlakukan tanah dengan baik adalah bisa terjadi gagal panen bagi petani, pH tana turun dan produktivitas hasil padi menurun. tingkan pengetahuan petani terhadap tanah membuat petani bingung penyebab apa yang terjadi. saat ini petani juga sudah merasakan padi yang tidak tanam tidak mau tumbuh bakan cendrung mati jika di pupuk. karena petani menggap padi kurang pupuk, padahal penyebabnya adalah keracunan Fe karena pH turun dan baru terjadi pembusukan atau dekomposer pada jemari.

    pH Tanah Turun

    pH tanah yang ambles atau rusak biasanya di angka 3,5 -4,0,  3,5 ini memang pH yang sangat-sangat rendah sekali padahal untuk tanaman dapat berkemabng atau menyerap tanaman minimal 5,5 untuk pH. jelas jika pH rendah kemudian di pupuk makin membuat tanaman mati atau ambles karena pH semakin turun sehinggan tanaman mengalami keracunan  FE dan Al. 

    Ciri-Ciri jika tanaman keracunan Fe dan Al, kalau tanaman di cabut maka akan kelihatan akar padi tidak akan bisa berkembang dengan bagus, pendek biasanya. Kemudian juga warna akarnya tidak normal (Putih) malah justru kecoklatan dan makin parah jika sudah menghitam.

    Keadaan ini disebabkan karena faktor daripada pengolahan lahan yang kurang optimal. Tanah tidak sempat mengalami kekeringan dan sedang terjadi dekomposer bahan organik, sehingga racun-racun yang ada di tanah ini belum menghilang. Ditambah lagi curah hujan yang terus tinggi menambah keasaman tanah. Ditambah lagi dengan mungkin pupuk yang kurang berimbang. Di beberapa tempat setelah dipupuk ini tanaman ambles dan memaksa petani harus tanam ulang. 

    Cara Mengatasi Asam-Asaman pada tanah sawah

    Lantas bagaimana untuk bisa mengatasinya? Jadi yang pertama, rekan-rekan sebisa mungkin air di lahan ini dikeringkan, kita gunakan sistem pengairan berselang atau intermitten. Jadi supaya racun-racun yang ada di tanah ini bisa hilang dulu. Begitu. Racun yang tersebut adalah ion H+ yang menyebabkan keasaman tanah, kemudian ion-ion besi (Fe) dan  juga ion aluminium (Al) yang memang bisa membuat tanaman mengalami keracunan. Setelah kering untuk memperbaiki pH bisa kita gunakan kapur pertanian seperti dolomit juga untuk lahan-lahan yang memang belum ada pertanamannya. Untuk kebutuhan dolimit ini untuk luas lahan 1 Ha untuk meningkatkan satu level butuh dolomit 1 ton. misal pH di lahan kita 4,00 kita akan naikan ke 5 makan perlu 1 ton dolomit jika mau ke 6 maka perlu 2 ton. dolomit ini berpungsi untuk menaikan pH dan juga bisa mengikat Fe dan Al.

    Lalu bagaimana jika sudah terjadi padi tanaman agar bisa kembali normal. Lahan di keringkan terlebih dahulu kemudian naikan pH, setalah pH normal, Kemudian normalkan kondisi tanaman yang stres karena keracunan tadi dengan asam amino supaya dia tidak stres lagi. Dan juga untuk meningkatkan kapasitas kesuburan tanah bisa ditambahkan juga dengan asam humat atau produk-produk yang juga mengandung silika.  

    untuk tanaman baru tanam itu ambles atau mau mati bukan karena penyebabnya karena sundep atau penyakit, jadi jangan sampai tanaman kita salah semprot yang menyebabkan kita mengelurakan biaya yang lebih tinggi.

  • You might also like

    No comments:

    Post a Comment

Pengikut

Powered by Blogger.